KONI Papua Pegunungan Siapkan Atlet untuk Pra-PON 2027
WAMENA, SUARAPAPUA.com – – – Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Papua Pegunungan membidik sejumlah atlet untuk mengikuti event pra-PON tahun 2027 dan PON XXII di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal tersebut dilakukan KONI Papua Pegunungan melalui bimbingan teknis (bimtek) untuk 52 pengurus yang digelar di Wamena, Jayawijaya pada 18–19 Februari 2026.
Salah satu pemateri dalam bimtek KONI tersebut, Saharuddin Ita mengatakan, kegiatan itu digelar untuk memberikan pemahaman dasar lanjutan, dan apa yang harus dilakukan oleh pengurus KONI setelah dilantik.
Saharuddin mengatakan, untuk mempersiapkan diri dalam iven-iven berikutnya. Pertama dilakukan inventarisasi atlet yang ada sekarang dan yang akan didapatkan nanti.
“Untuk sama-sama menuju Pra-PON tahun 2027, Pra-PON inilah yang akan menjadi krusial bagi Papua Pegunungan, bahkan semua provinsi, berapa yang akan bisa diloloskan saat ikut PON,” kata Saharuddin.
“Karena itu, saya tidak tahu di Papua Barat sana, kami di Papua, bimtek ini baru yang dilakukan hanya Papua Pegunungan,” lanjutnya.
Menurut guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih (Uncen) ini, bimtek digelar lebih dini karena KONI Papua Pegunungan dianggap lebih siap mengikuti Pra-PON 2027 dan PON 2028.
“Apa yang direspons, inilah termasuk bimbingan teknis, terutama tentang bagaimana mencari seorang juara melalui bimbingan teknis,” katanya.
Dia mengatakan, tugas pengurus KONI selanjutnya adalah mencari atlet-atlet dan membina mereka menjadi juara.
“Kami berharap sangat positif, bahwa siapa yang duluan. Jusuf Kalla kan dia, bilang, lebih cepat lebih baik. Jangan sampai keduluan ayam mencari makan di pinggir jalan. Semua berlomba untuk satu kebaikan, siapa yang ketinggalan pasti sedikit yang didapat,” katanya.
Setidaknya 20 cabor (cabang olahraga) Papua Pegunungan mengikuti seleksi pra PON 2027. Diantaranya, pencak silat, sepak bola, taekwondo, tenis meja, tinju, atletik, renang, dayung, judo, panahan, menembak, dan karate.
Sementara itu, Sekretaris KONI Papua Pegunungan, Timotius Matuan mengatakan, bimtek digelar untuk melakukan penyegaran kepada bidang-bidang dan semua anggota.
“Agar tugas dan tanggung jawab dia itu harus mengerti, apa yang saya harus kerjakan. Posisi saya ada di KONI ini,” kata Timotius.
Hal itu dilakukan, kata Timotius, agar koordinasi antar pengurus KONI berjalan baik.
“Tidak ada yang masuk (hanya) duduk, diam dan dengar, tetapi mereka harus punya peranan penting untuk membangun Papua Pegunungan ini, dalam olahraga yang berprestasi,” ujarnya.
Dia berharap agar dari diskusi dalam bimtek KONI ini, pihaknya dapat menargetkan olahraga di Papua Pegunungan menjadi maju.




