Film 'NA WILLA': Hiburan Anak dan Pelajaran Parenting untuk Orang Tua
Nalar Media - Kapanlagi.com - NA WILLA berkisah tentang Na Willa (Luisa Adreena), gadis kecil berusia enam tahun di tahun 1960-an yang yakin kalau dunia mungilnya di gang Krembangan Surabaya adalah tempat paling sempurna dan penuh keajaiban. Di sana, lagu-lagu dari radio terasa hidup, kios langganan selalu menyimpan kejutan, dan setiap hari adalah ajang petualangan seru bareng teman-temannya.
Sayangnya, dunia indah itu pelan-pelan berubah. Ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan satu per satu teman bermainnya mulai masuk sekolah, hari-hari Willa jadi terasa sepi. Nggak mau kehilangan kebersamaan, Willa pun bertekad ikut masuk TK, dengan harapan semuanya bisa kembali seperti dulu.
Tapi sekolah justru membuka pintu ke dunia baru yang terasa asing. Banyak aturan, batasan, dan momen di mana Na Willa merasa nggak sepenuhnya dimengerti. Dari pengalaman itu, Willa mulai belajar pelan-pelan bahwa tumbuh dewasa berarti menerima perubahan. Bahwa keajaiban nggak selalu menghilang, kadang cuma berpindah tempat dan bentuk.
Film JUMBO Tembus Peringkat Ke-6 Bioskop Korea, Bikin Bangga!
NA WILLA disebut sebagai salah satu film terbaik yang tayang dalam periode libur Lebaran 2026. Tema keluarga dan anak-anak membuat film besutan Ryan Adriandhy ini disebut bakal menggaet banyak penonton dari berbagai kalangan seperti film anak-anak karya Ryan Adriandhy lainnya, JUMBO. KLovers, berikut adalah review NA WILLA dari redaksi KapanLagi.com. Peringatan, review ini sedikit mengandung spoiler.
1. Hiburan Kasual Buat Anak
NA WILLA NA WILLA.
Sejumlah pesan kepada anak-anak dalam NA WILLA antara lain tidak boleh berbohong, selalu menuruti nasihat orangtua, rajin bersekolah, serta menerima apapun keadaan yang dialami meski itu pahit.
Film JUMBO Tembus Peringkat Ke-6 Bioskop Korea, Bikin Bangga!
(Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi sepakat untuk cerai. Pintu rujuk tertutup rapat)
2. Ilmu Parenting Buat Orangtua
Nggak cuma jadi hiburan kasual buat anak, NA WILLA juga memberi pelajaran kepada orangtua dengan tanpa menggurui. Sejumlah adegan menunjukkan bagaimana cara bersikap kepada anak yang serba ingin tahu, merajuk, atau rewel.
NA WILLA juga bisa jadi inspirasi untuk para orangtua dalam memaksimalkan potensi dan bakat yang dimiliki sang anak. Nggak cuma itu, film ini seolah mengajarkan kepada orangtua tentang pemilihan tempat belajar yang tepat sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak secara kognitif dan psikologis.
Animasi Nussa Rayakan Ramadan 2026 dengan Cerita Baru
3. Hadirkan Banyak Nostalgia
Mengambil setting waktu tahun 1960-an membuat banyak penonton dewasa merasa bernostalgia dengan masa kecil mereka. Selain dapat ilmu parenting, para orangtua yang datang ke bioskop dengan anak mereka mendapat sejumlah elemen nostalgia yang dihadirkan dengan sempurna oleh Ryan Adriandhy.
Sebut saja radio, sepeda, becak, papan tulis & kapur tulis, dialog, baju, minuman bersoda yang dijual di pasar, kantor pos, surat, guru yang galak, hingga koran yang menggambarkan kehidupan di era itu.
Film JUMBO Tembus Peringkat Ke-6 Bioskop Korea, Bikin Bangga!
4. Poin yang Jadi Perhatian
Durasi film selama dua jam membuat banyak anak kecil yang menonton sedikit merasa bosan. Dari pantauan penulis di bioskop, banyak anak kecil yang rewel hingga orangtuanya harus membawa keluar dari biskop untuk menenangkannya atau pergi ke toilet.
Ada sebuah dialog saat Na Willa mendapat diskriminasi SARA dari rekan-rekannya. Buat para orang tua pasti punya pekerjaan rumah lagi untuk menjelaskan kepada anak-anaknya soal 'ejekan' dari teman Na Willa di sekolah tersebut.
Beberapa karakter yang dimunculkan tak memberi dampak signifikan kepada jalannya cerita dan dirasa sebagai 'pemborosan'. Salah satunya adalah karakter Ny Chang (Ira Wibowo). Meski disebut sebagai sosok yang peduli dan menjadi orang pertama yang menyarankan agar Na Willa tidak hanya belajar di rumah, tapi pada akhirnya Na Willa tidak bersekolah di tempat yang direkomendasikan Ny Chang.
Film JUMBO Tembus Peringkat Ke-6 Bioskop Korea, Bikin Bangga!
5. Poin Lain yang Jadi Perhatian
Plot cerita NA WILLA dirasa dangkal dan mengambang. Secara umum, plot cerita 'hanya sebatas' perjalanan Na Willa untuk memulai belajar di luar rumah hingga menemukan sekolah yang tepat untuknya. Bisa jadi, Ryan sengaja membuat plot yang relatif dangkal agar mudah dicerna oleh anak-anak. Di sisi lain, hal itu bikin cerita membosankan karena minim konflik dan terkesan datar.
Beberapa dialog terkesan kaku karena film ini menghadirkan setting tahun 60-an. Penggunaan bahasa Jawa untuk menegaskan setting tempat di Surabaya juga masih kurang luwes.
Film JUMBO Tembus Peringkat Ke-6 Bioskop Korea, Bikin Bangga!
6. Rating dari Redaksi KapanLagi.com
(Kronologi kasus penipuan yang dialami Sukhdev Singh, ada kaitannya dengan Bunga Zainal.)




