Atlet Porprov Kota Pasuruan Protes Reward Minim dengan Injak Plakat
Nalar Media - PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Aksi kekecewaan membuncah dari para atlet dan pelatih Kota Pasuruan. Prestasi pasca perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur di Malang itu ternyata tidak sebanding dengan jerih payah mereka. Reward yang dijanjikan Pemkot Pasuruan dirasa sangat minim dan tidak sesuai janji sebelumnya.
Para atlet merasa kecewa usai penghargaan reward diberikan Walikota Adi Wibowo di Gradhika Rabu 25 Februari 2026. Mereka meluapkan kekecewaan dengan membuang plakat reward dan kemudian menginjak-injaknya. Hal ini dipicu oleh nilai insentif yang merosot tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Mini Kidi Wipes.--
Untuk kategori perorangan, medali emas kini hanya dihargai Rp 10 juta. Angka ini setara dengan nilai bonus medali perunggu pada Porprov tahun 2023 lalu.
Sekretaris Cabor IBC MMA Kota Pasuruan, Frenky Sutejo, mengungkapkan rasa frustrasinya. Padahal, cabornya sukses menyumbang 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
"Jujur kami sangat kecewa karena nilainya jauh dari Porprov sebelumnya, padahal proses latihan intensif dilakukan lebih dari satu tahun," tegas Frenky, Kamis 26 Februari 2026.
Senada dengan Frenky, pelatih Panahan Kota Pasuruan, Indah Yulianti, menyebut kebijakan ini sangat tidak manusiawi mengingat tingginya biaya peralatan dan pengorbanan fisik atlet.
"Emas sekarang hanya dapat Rp 10 juta. Ini benar-benar tidak menghargai perjuangan atlet," cetus Indah.
Selain masalah bonus, karut-marut dukungan pemkot juga terlihat dari minimnya anggaran keberangkatan.
Banyak atlet potensial yang akhirnya gagal bertanding hanya karena Pemkot mengaku tidak ada dana, sebuah kondisi yang dianggap memalukan bagi level pemerintah kota.
Minimnya perhatian ini diprediksi akan memicu bedol desa atau eksodus atlet.




